Rabu, 12 Juni 2013

Gubernur Bali Usulkan Soekarno-Hatta Nama JDP

Denpasar (Berita-dewata.blogspot.com)-
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengusulkan jalan di atas perairan (JDP) penghubung Pelabuhan Benoa-Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua, diberi nama Soekarno-Hatta.
“Saya punya pikiran seperti itu, tetapi tentu harus dibahas lebih lanjut,” katanya saat meninjau JDP bersama sejumlah pejabat dan awak media, di Denpasar, Rabu (12/6).
Gagasan itu, menurut Pastika, muncul karena sudah seharusnya sebagai penghormatan kepada Bapak Proklamator RI. “Kalau tidak ada beliau-beliau itu dan para pejuang lain, kita tidak bisa seperti ini sekarang,” ujarnya.
Ia menyatakan usulan nama tersebut sudah dibicarakan dengan Ketua Komisi III DPRD Bali I Gusti Made Suryantha Putra, dan politisi dari PDIP tersebut sudah menyatakan setuju.
Pastika menambahkan nama Jalan Soekarno sudah ada di Kabupaten Tabanan, begitu pun nama pahlawan lain seperti Jalan Ngurah Rai, sehingga ada juga yang memberikan usul supaya JDP kelak dinamai Jalan Lotring atau Situbanda.
Mantan Kapolda Bali itu berharap dalam waktu singkat proyek jalan sepanjang 12,7 kilometer yang dibiayai melalui konsorsium BUMN itu dapat diselesaikan.
Pengerjaan proyek JDP, kata Pastika, hingga saat ini sudah terselesaikan mencapai 98 persen, tinggal merampungkan pembangunan gerbang tol dan mengaspal beberapa ruas jalan. JDP direncanakan akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertengahan Juli 2013.
Jalan tol yang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Bangsa-bangsa Asia Pasifik itu menelan biaya sebesar Rp2,4 triliun.
Proyek yang sedianya dikerjakan dalam waktu 18 bulan dapat dirampungkan hanya dalam waktu 14 bulan. Di Indonesia, JDP menjadi jalan terpanjang di atas perairan yang dibuat oleh tenaga-tenaga lokal.
Pastika pada peninjauan JDP ini juga didampingi oleh Kepala Dishubinfokom Bali Dewa Putu Punia Asa, Kadis Pekerjaan Umum Bali Ketut Artika, Kepala Biro Humas Pemprov Bali Ketut Teneng serta Dirut PT Jasa Marga Bali Tol Akhmad Tito Karim.
Rombongan memulai peninjauan JDP dengan masuk melalui Pelabuhan Benoa menuju arah Nusa Dua, selanjutnya memutar balik menuju arah Bandara Ngurah Rai. Dari sana, Gubernur Bali melanjutkan peninjauan ke proyek “underpass” di Simpang Dewa Ruci, Kuta yang sudah dioperasikan sejak Mei 2013. INT-MB
Short URL: http://metrobali.com/?p=30071
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar