Rabu, 12 Juni 2013

Pemasangan X-ray Penting bagi Pariwisata Bali

 Pemasangan X-ray Penting bagi Pariwisata BaliDenpasar (Berita-dewata.blogspot.com) -

Masih menganggurnya unit alat pengamanan canggih X-ray Pemprov Bali yang rencananya dipasang di dua pintu masuk Bali yakni Pelabuhan Padangbai dan Gilimanuk, mendapat atensi dari Dekan Fakultas Pariwisata Unud Drs. I Putu Anom, M.Par. Pasalnya, nganggurnya X-ray yang dianggarkan di APBD Induk Pemprov Bali tahun 2012 menelan dana Rp 58 miliar lebih akan memengaruhi pariwisata Bali.

"Pemasangan X-ray di Bali amat penting karena Bali sebagai daerah tujuan wisata (DTW) utama di Indonesia dan dunia. Apalagi, tahun ini sudah direncanakan event International Hindu Summit, APEC, Miss World, Bali Democracy Forum yang rutin dihadiri tamu-tamu kepala negara dan kepala pemerintahan," ujar Putu Anom di Denpasar, Selasa (11/6) kemarin.

Menurutnya, sedikit saja ada kejadian di Pulau Dewata dampaknya akan cepat diketahui dunia internasional. Karena itu, dia meminta kepada Kapolda Bali untuk segera memasang X-ray serta terus melakukan pengecekan dan mewaspadai adanya ancaman keamanan, khususnya teroris. "Demi meyakinkan wisatawan yang berkunjung ke Bali akan keamanan Bali, X-ray di samping dipasang di tempat strategis, tetapi juga di jalan-jalan tikus tempat masuknya teroris. Saya khawatir akan masuknya teroris lewat pantai-pantai yang bukan pelabuhan resmi dengan gerak cepat dan model bom bunuh diri," ujar Putu Anom.

Ketua INCCA Bali Ida Bagus Surakusuma sebelumnya juga mengatakan kawasan pesisir Bali sangat rawan disusupi pelaku kejahatan, termasuk pelaku terorisme dari luar ke Bali. "Memasuki APEC 2013 ini pengamanan kawasan pesisir Bali mesti diperketat. Sebab, Bali sebagai kawasan pariwisata dunia sangat rentan menjadi sasaran aksi kejahatan maupun ancaman teroris," ucapnya.

Dikatakannya, masalah keamanan dan kenyamanan wisatawan mesti menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Bali. Sebab, aparat tidak akan mampu sepenuhnya menjaga keamanan kawasan pesisir karena keterbatasan SDM dan personel. "Untuk menjaga keamanan kawasan pesisir Bali perlu dukungan masyarakat sebagai pecalang laut. Para pecalang ini bisa diperbantukan untuk pengamanan kawasan pesisir. Masyarakat yang dilibatkan menjaga keamanan kawasan pesisir ini perlu mendapatkan bantuan pemerintah terutama dari sisi peralatan," sebutnya.

Ditambahkannya, masyarakat yang dilibatkan pengamanan kawasan pesisir Bali perlu diberikan pendapatan dari pemerintah. Ini dikarenakan keamanan kawasan pesisir juga menentukan keamanan.
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar