Rabu, 12 Juni 2013

Penjualan Semen Indonesia di Bali Meningkat

Penjualan Semen Indonesia di Bali MeningkatPEMBANGUNAN infrastruktur di sejumlah daerah, termasuk Provinsi Bali, turut mendongkrak volume penjualan semen PT Semen Indonesia di Pulau Dewata. Selama kurun waktu Januari hingga April 2013, penjualan semen mengalami peningkatan sebesar 23,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 903.887 ton.

Kadep Penjualan PT Semen Indonesia I Ketut Arsha Putra menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang kini tengah berjalan di Bali ternyata mengerek volume penjualan semen di kawasan ini. Selama empat bulan pertama tahun ini pertumbuhan penjualan semen tumbuh 23,1 persen atau 1,112 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.



''Pada periode kuartal I-2013 volume penjualan semen di daerah ini mengalami peningkatan dari 903.887 ton menjadi 1,112 juta ton. Pertumbuhan penjualan semen di Bali dan Nusa Tenggara ini melampaui kinerja penjualan semen nasional yang hanya tumbuh di kisaran 8,6 persen,'' ujar Arsha Putra di sela-sela acara seminar tentang beton di Kuta, Selasa (11/6) kemarin.

Dikatakannya, pertumbuhan sebesar itu termasuk yang tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya. Misalnya, Maluku dan Papua hanya tumbuh 14 persen, Kalimantan (11,4 persen), Jawa (11 persen), Sumatera (1,8 persen).

''Pertumbuhan penjualan semen yang tinggi di Bali menunjukkan ekonomi wilayah ini terus bergerak. Karena itu, agar kinerja ekonomi makin cepat dan merata, pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan wajib yang harus terus ditingkatkan,'' katanya.

Menurutnya, selain pembangunan infrastruktur ternyata sektor retail juga sangat menunjang peningkatan volume penjualan semen tersebut di Pulau Dewata. Berdasarkan catatannya, sehari dapat terjual sekitar 2.000 ton semen yang terbagi dalam bentuk sak 1.400 ton dan curah 600 ton. ''Jumlah penjualan rata-rata sehari itu meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yakni sekitar 1.500 ton,'' ucapnya.

Dikatakannya, terkait rencana pemerintah meningkatkan harga bahan bakar minyak (BBM) tentunya akan menyebabkan terjadinya penyesuaian harga penjualan semen, karena biaya angkut akan mengalami peningkatan. ''Kemungkinan memang akan ada kenaikan harga, tetapi besarannya masih menunggu pengumuman pemerintah. Kami perkirakan jumlah peningkatan harga semen tidak akan terlalu besar,''
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar